3 Kerajinan Tradisional Jepang dari Aizu

0
233

Di Jepang ada banyak tempat yang masih mempertahankan tadisi, budaya, dan kerajinan tangan tradisionalnya, meskipun Jepang sudah modern di kota-kota besarnya, hal ini tidak terlalu berlaku untuk wilayah lainnya yang masih menjaga nilai-nilai tradisional, contohnya adalah Aizu, wilayah paling barat prefektur Fukushima yang masih asri dengan budaya tradisionalnya.

Wilayah Aizu memiliki luar sebesar 5420 km persegi dan didominasi oleh pegunungan, sungai, danau dan taman nasional. Selain itu daerah ini juga masih mempertahankan kerajinan tangan tradisionalnya yang akan kita bahas satu per satu pada artikel ini. Berikut ini adalah beberapa kerajinan tangan tradisional yang berasal dari wilayah Aizu.

1. Aizu Lacquerware

[parallax-scroll id="5109"]

Ini adalah peralatan altar Buddha yang dipernis sejak periode Heian di Aizu, seni memernis benda sudah ada sejak zaman Heian di wilayah Aizu dan masih bertahan hingga saat ini. Setelah Ujisato Gamou menjadi penguasa Aizu pada tahun 1590, ia mengambil beberapa pengrajin terbaik dari prefektur Shiga, dan memulai produksi pernis di Aizu. Selama periode Edo, industri pernis di Aisu terus berkembang hingga sekarang.

2. Tekstil Karamushi

Karamushi merupakan kerajinan tradisional tenun tekstil tertua di Jepang yang sudah ada sejak jaman Jomon (sekitar 14.000 SM hingga 300 SM). Tekstil ini dibuat dari tanaman rami dan mengekstrak serat rami dari kulit batang bagian dalam melalui proses penggosokan, pencucian, pengeringan, dan pemintalan yang rumit selama satu tahun, dan menenunnya menjadi kain pada alat tenun yang cukup lama membuat harga kerajinan tekstil dari Aizu ini sangat mahal.

Ada sebuah desa di Aizu bernama Showa-mura yang telah menghasilkan karamushi untuk waktu yang lama, tetapi akhir-akhir ini penjualannya menurun karena orang cenderung untuk membeli produk yang murah, sebagian besar pengrajin juga telah pensiun dan generasi muda juga tidak tertarik untuk membuat kerajinan ini.

3. Katun dari Aizu

Kain Katun dari aizu sudah ada sejak abad ke-17 dengan ciri pola garis yang khas, memiliki tekstur tebal, nyaman dan memiliki daya serap keringat yang baik, sehingga orang-orang di Aizu sangat memerlukannya. Katun Aizu bisa bertahan lama dibandingkan kain katun biasa, desainnya juga mulai modern dan dalam beragam variasi, meskipun dulu sangat populer, di tahun 2000-an hanya ada dua perusahaan yang memproduksi katun di Aizu.