Cara Memperkenalkan Diri dalam Bahasa Jepang

0
1071

Perkenalan diri dalam bahasa Jepang disebut dengan jiko shoukai 自己紹介. Perkenalan diri merupakan hal yang paling dasar dalam pelajaran bahasa. Kalau di dalam bahasa Inggris kita belajar mengenai how to introduce yourself, maka di bahasa Jepang kita akan mempelajari jiko shoukai. Hari ini kita akan belajar bagaimana caranya memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang. Perkenalan diri merupakan hal yang paling pertama dilakukan ketika bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya. Perkenalan diri diperlukan untuk mengakrabkan hubungan di antara kedua pembicara. Nah, pada artikel ini Japandaisuki.com akan memberikan sedikit materi bahasa Jepang tentang cara memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang, ini merupakan pelajaran yang paling dasar, tidak sulit dipelajari, admin yakin dalam 10 sampai 15 menit kamu sudah paham.

First Greeting (sambil melakukan ojigi)

Kata pertama yang diucapkan ketika melakukan perkenalan diri untuk pertama kalinya dalam bahasa Jepang adalah hajimemashite (初めまして), secara harfiah bila diterjemahkan ‘senang bertemu’, ‘perkenalkan’, ‘salam kenal’. Hajimemashite diucapkan sambil melakukan ojigi (membungkuk gaya orang Jepang/bowing)

Bagaimana cara melakukan ojigi atau membungkuk ketika mengucapkan salam perkenalan dalam bahasa Jepang? Melakukan ojigi tidak bisa sembarangan, ada beberapa aturan dalam ojigi seperti tingkat kemiringan posisi ojigi. Untuk lebih jelasnya, simak video berikut ini.

Bagi wanita ketika melakukan ojigi, tangan diletakan di bawah perut dan saling ditumpuk satu sama lain, jari-jari ditutup bersama-sama (lihat video). Pria biasanya menaruh kedua tangan di posisi samping (seperti sikap tegap). Tingkat derajat kemiringan ojigi tergantung dari situasi. Dalam budaya masyarakat Jepang modern, ojigi 20 derajat dipandang etika yang baik dalam berbagai situasi. Ojigi dengan kemiringan sudut 30 derajat merupakan posisi yang sangat sopan, dan digunakan dalam situasi bisnis. Ingat untuk melakukan ojigi dengan membungkuk dari pinggang, bukan hanya menundukkan kepala. Dan juga ketika melakukan ojigi, wajah pandangannya harus ke bawah. Membungkuk dengan wajah sambil menatap lawah bicara, ini merupakan sikap yang salah.

Menyebutkan Nama

Setelah mempelajari ojigi, selanjutnya kita akan belajar bagaimana cara menyebutkan nama. Ada beberapa cara untuk menyebutkan nama dalam bahasa Jepang tergantung situasi pembicaraan. Berikut ini akan dijelaskan mengenai situasinya.

Situasi sangat formal (bisnis, pertemuan keluarga mertua/menantu)

 

Situasi formal

Watashi no namae wa John Watt desu.
私の名前はジョン・ワットです。
Nama saya John Watt.

Casual (percakapan non-formal)

John desu
ジョンです。
Saya John.

Setelah menyebutkan nama lengkap, selanjutnya kamu juga dapat memberitahu nama panggilanmu seperti pada contoh berikut ini.

Formal / Bisnis

Hajimemashite. John Watt to moushimasu. John to yonde kudasai.
初めまして。ジョン・ワットと申します。ジョンと呼んでください。
Salam kenal. Nama saya John Watt. Panggil saya John.

Non-formal

Andika Revin desu. Revin demo ii yo.
アンディカ・レヴィンです。レヴィンでもいいよ。
Saya Andika Revin. Boleh dipanggil juga Revin.

Menyebutkan Asal Negara/Daerah

Dalam budaya Jepang, orang-orang menyebutkan kota asal, atau kota kelahiran ketika memperkenalkan diri. Sebagai orang asing yang datang ke Jepang, kamu wajib memperkenalkan asal negara kamu.

Untuk menyebutkan negara asal, caranya seperti ini.

Indoneshia kara kimashita
インドネシアから来ました。
Saya berasal dari Indonesia.

Betonamu kara kimashita
ベトナムから来ました。
Saya berasal dari Vietnam.

Memperkenalkan Nama Perusahaan (Situasi Bisnis)

Apabila berada dalam situasi bisnis, maka akan lebih baik setelah mengucapkan hajimemashite diikuti dengan memperkenalkan nama lengkap dan nama perusahaan seperti contoh di bawah ini.

ABC Ltd. no Mike Miller desu.
ABC Ltd. のマイク・ミラーです。
Nama saya Mike Miller dari perusahaan ABC.

Menyelesaikan Perkenalan Diri

Setelah menyebutkan nama, asal negara, atau asal perusahaan, akhiri dengan mengucapkan “Douzo yoroshiku onegaishimasu” sambil melakukan ojigi / membungkuk. Douzo yoroshiku onegaishimasu dapat diartikan ‘mohon bantuan dari anda’. Dalam percakapan non-formal, kamu bisa mengucapkan ‘yoroshiku’ saja.

Dalam memperkenalkan diri, wajib melakukan ojigi ketika membuka perkenalan diri (sambil mengucapkan hajimemashite) dan ketika mengakhiri perkenalan diri (sambil mengucapkan yoroshiku onegaishimasu). Ojigi dilakukan oleh diri sendiri dan lawan bicara. Jadi mohon diingat dengan baik tata cara melakukan ojigi seperti pada video di atas.

Contoh Kalimat Perkenalan Diri dalam Bahasa Jepang

Biar lebih mudah, di bawah ini adalah beberapa contoh perkenalan diri dalam bahasa Jepang, kamu bisa mengubahnya sesuai dengan kebutuhanmu.

Hajimemashite. Watashiwa Ricky desu. Bandung kara kimashita. Douzo yoroshiku onegaishimasu.
初めまして。私はリッキです。バンドンから来ました。どうぞ宜しくお願いします。
Salam kenal, saya Ricky berasal dari Bandung. Senang berkenalan denganmu.

初めまして。ベニー・グラハムと申します。桜大学の教師です。どうぞ宜しくお願いします。
Hajimemashite. Benny Graham to moushimasu. Sakura daigaku no kyoushi desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu.
Salam kenal, nama saya Benny Graham. Guru di universitas sakura. Senang berkenalan dengan anda.

Hajimemashite. ABC denki no Hose Santosh desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu.
初めまして。ABC電気のホセ・サントスです。どうぞ宜しくお願いします。
Salam kenal. Nama saya Hose Santosh dari perusahaan elektronik ABC. Senang berkenalan dengan anda.

Bagi yang ingin menambahkan contoh lain, silakan berikan contohnya pada kolom komentar ya.

まとめ / Summary

Dari penjelasan diatas, berikut ini rangkuman keseluruhan cara memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang.

hajimemashite (sambil melakukan ojigi) – memperkenalkan identitas diri (nama, negara, nama perusahaan) – douzo yoroshiku onegaishimasu (sambil melakukan ojigi)

Facebook Comments

Keywords

Perkenalan bahasa jepang, Perkenalan dalam bahasa jepang, perkenalan diri menggunakan bahasa jepang, cara memperkenalkan diri dengan menyebutkan asal negara bahasa jepang, contoh perkenalan dalam bahasa jepa, contoh perkenalan diri bahasa jeoang, pekenenalan dalam bahasa jepang, perkenalan diri bahasa jepang

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.