Di Sebuah Pulau di Jepang, Manusia Kalah Jumlah Dibanding Kucing

0
458
Puluhan kucing terlihat berkumpul di pelabuhan pulau Aoshima, Jepang. Di pulau ini, jumlah kucing enam kali lipat lebih banyak dibanding jumlah manusia.
Puluhan kucing terlihat berkumpul di pelabuhan pulau Aoshima, Jepang. Di pulau ini, jumlah kucing enam kali lipat lebih banyak dibanding jumlah manusia.

Pulau Aoshima di prefektur Miyazaki, Jepang, hanya dihuni 20 orang penduduk, tetapi jumlah kucing di pulau ini mencapai 120 ekor atau enam kali lipat lebih banyak.

Kucing pertama kali masuk ke pulau kecil itu untuk mengimbangi wabah tikus yang merusak perahu-perahu para nelayan. Setelah itu, kucing-kucing itu beranak pinak hingga mencapai jumlah saat ini.

Aoshima, yang berjarak 30 menit perjalanan kapal feri dari pesisir prefektur Ehime, pernah dihuni hingga 900 orang pada 1945. Namun, sejak eksodus warga ke kota besar, kini pulau itu hanya dihuni sebagian besar oleh para orangtua.

Tanda-tanda kehidupan di pulau itu kini hanya kapal-kapal yang membawa pengunjung yang ingin melihat-lihat pulau yang kini dikenal dengan nama “Pulau Kucing” itu.

Tanpa restoran, mobil, toko, atau kios makanan ringan, Aoshima bukanlah surga wisata. Namun, bagi penggemar kucing, kondisi itu tidak pernah mereka permasalahkan.

“Ratusan ekor kucing tinggal di sini, lalu ada semacam seorang pawang kucing yang datang untuk memberi makan kucing-kucing itu, cukup menyenangkan. Saya ingin datang kembali,” kata Makiko Yamasaki (27), salah seorang pengunjung.

Kucing-kucing di Aoshima tak terlalu rewel soal makanan. Kucing-kucing menyantap nasi hingga keripik kentang yang dibawa para wisatawan. Tanpa adanya predator alami, para kucing itu bebas berkeliaran tanpa rasa takut.

Meski kucing sudah menjadi bagian pulau itu, ternyata tak semua penduduk menyukai keberadaan hewan tersebut. Seorang perempuan tua terlihat mengusir kucing-kucing itu dengan tongkat saat mereka menggali halaman belakangnya.

Para penduduk juga mencoba untuk mengendalikan jumlah kucing itu. Setidaknya 10 ekor kucing sudah dikebiri.

Selain itu, warga lokal tak terlalu menyukai keberadaan para turis. Warga tak keberatan dengan kehadiran para turis, tetapi mereka ingin desa mereka ditinggalkan dalam keadaan damai.

“Jika orang datang ke pulau karena menganggap kucing-kucing itu menyenangkan, saya kira itu hal yang baik. Namun, saya harap apa yang mereka lakukan tak membebani warga pulau,” kata Hidenori Kamimoto (65), seorang nelayan.

Kecintaan terhadap kucing seperti ini bukan hal aneh di Jepang yang memberi dunia karakter Hello Kitty, tokoh kartun yang dikenal sebagai lambang sesuatu yang lucu itu.