Film Dokumenter Jepang Ini Tunjukkan Sisi Gelap Gadis SMA di Jepang “Om-om Yang suka Kencani Cewe SMA di Jepang” (Video)

8
65068
Joshi-Kosei sebuah budaya Jepang yang dianggap sebagai kedok prostitusi
Joshi-Kosei sebuah budaya Jepang yang dianggap sebagai kedok prostitusi

Citra gadis sekolah sudah begitu populer di Jepang, yang paling populer adalah cewe SMA, banyak sekali para pria Jepang yang menyukai cewe dengan seragam SMA (seragamnya dinakamakan seifuku). Mereka beralasan bahwa cewe yang menggunakan seragam terlihat cantik, imut dan seksi. Baru-baru ini sebuah film dokumenter mengungkapkan sebuah fakta yang sangat mengejutkan seputar fakta tentang kehidupan gadis SMA di Jepang.

Fenomena ini menjadi sorotan lembaga nonpemerintah di Jepang seperti dilansir News.com.au, Kamis (23/7/2015). Bahkan, fenomena ini diangkat ke film dokumenter.

Berjalan-jalan di beberapa kawasan di daerah Tokyo seperti Akihabara anda bisa menyaksikan para pria dewasa yang berjalan-jalan dengan anak SMA yang menggunakan seragam.

Sebenarnya ini adalah tradisi Jepang yang dikenal dengan nama joshi-kosei atau disingkat JK (Bukan Jusuf Kalla ya :D).

Bahkan ada tempat khusus yang menyediakan layanan kencan bersama gadis SMA dan iklannya pun terpasang di pinggir jalan.

Namun tradisi ini mulai dianggap menjadi kedok prostitusi di kalangan ABG di Jepang. Pasalnya, JK tidak lagi melakukan hal-hal biasa seperti menemani para pria berjalan-jalan dan mengobrol. Tapi ternyata ada layanan ekstra yang disediakan, yakni layanan memijat, meramal, dan memandu wisata.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah mengingatkan dalam laporannya tahun 2014 tentang Perdagangan Manusia bahwa budaya joshi-kosei dianggap sebagai fasilitas untuk prostitusi anak di bawah umur.

Japan’s love of schoolgirls is manifesting itself in shocking ways.
Gadis Jepang yang menyatakan cintanya dengan cara yang mengejutkan

Baru-baru ini sebuah film dokumenter yang berjudul School Girls For Sale (atau Gadis Sekolah untuk Dijual) menunjukkan bagaimana beberapa gadis yang dipaksa untuk menjadi budak seks berkedok joshi-kosei.

Dokumenter ini dibuka oleh sebuah pidato dari sang pembuat film Simon Ostrovsky yang mengatakan bahwa negara memiliki “toleransi yang sangat tinggi pada eksploitasi seksual di kalangan gadis muda.” Film dokumenter ini mengungkapkan bahwa mepekerjakan gadis SMA menjadi bisnis besar di Jepang

The images of school girls are used to sell all sorts of things in the Japanese capital.
Poster-poster gadis SMA yang digunakan untuk mempromosikan joshi-kosei di Jepang

Tak heran jika banyak ditemukan poster-poster di tempat umum seperti pinggir jalanan yang mengiklankan JK, seperti “kafe dan joshi-kosei” dimana di kafe tersebut para pria bisa membeli minum dan mengobrol langsung dengan para anak SMA.

Fenomena kencan berjalan pria dewasa dengan ABG SMA sudah mulai terjadi di tahun 1990-an, sejauh ini hubungan diantara mereka hanya dianggap sahabat.

Namun kini tidak lagi semenjak joshi-kosei bukan sekadar menemani pria jalan-jalan, tapi lebih kepada prostitusi.

Saat ini kencan berjalan menjadi sebuah masalah “ini adalah kesempatan yang bisa membuat sebuah kejahatan” kata Jake Adelstein kepada Vice News.

Dia adalah seorang anggota dewan organisasi non-pemerintah yang mempunyai misi melawan perdagangan manusia, misi mereka dinamakan Polaris Project dan dia mengatakan bahwa budaya JK hanya menjadi budaya yang mengganggu dan menguntungkan bagi pria yang senang mengatur wanita.

Dia percaya bahwa sifat misoginistis masyarakat Jepang memperbolehkan obsesi gadis SMA untuk berkembang seperti kebanyakan wanita lainnya dan agar dianggap diri mereka sebagai “hadiah seksual”.

Posters of schoolgirls line the walls of many JK businesses.
Poster Gadis SMA yang terdapat di sepanjang dinding dari bisnis JK.

“Aku baru memulainya dengan biasa-biasa saja, tapi keadaan dapat memanas dengan cepat,” ungkap seorang gadis yang memasuki bisnis JK sejak usia 16 tahun. “Ada hal-hal aneh dan tersembunyi, seperti menyentuh payudara saya atau menindih saya” katanya kepada Vice News.

Bebicara seputar kondisi anonim, dia mengkonfirmasi bahwa dia melakukan hubungan kencan berjalan dia sedang dibawah umur dan karena terbentur alasan keuangan.

Pengalamannya merupakan hal yang umum sebab banyak cerita yang diungkapkan oleh gadis-gadis lain yang ikut berprofesi sebagai JK.

Seorang remaja putri berumur 17 tahun mengatakan kepada The Japan Times bahwa dia terpaksa menjadi JK karena tidak punya pilihan lain, dia menyadari dirinya dalam bahaya dan bisa dianiaya.

“Saya sangat tertekan sekali pada waktu itu dan saya tidak memikirkan untuk apa pria itu membutuhkan saya,” “Saya merasa putus asa. Dan jika seks membuat saya berhenti merasa tidak berguna, saya berpikir saya menjadi bahan permainan untuk segalanya.”

Yumeno Nito, adalah seorang aktivis yang mendukung grup yang disebut Colabo yang membantu merehabilitasi korban eksploitasi seksual.

“Beberapa orang secara paksa mencium mereka, tapi itu bukan yang terburuk. Beberapa gadis diperkosa. Seorang gadis bahkan diikat, “katanya kepada The Japan Times pada bulan November 2014.

Schoolgirls are a ubiquitous sight.
Gadis SMA adalah pemandangan yang tak lazim.

Pemerintah Jepang mulai memperingatkan beberapa bisnis yang menyediakan layanan kencan berjalan dan layanan lainnya yang berkedok prostitusi di bawah umur, dan mulai mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini.

Di tahun 2013, polisi mulai menyerbu bisnis JK, dan berusaha menangkap para pelaku yang diduga melakukan perbudakan para gadis SMA. Di bulan Desember 2013, mereka sudah mengumpulkan banyak gadis JK, dan berusaha untuk meyakinkan mereka untuk tidak ikut serta dalam industri gelap tersebut.

Penasaran bagimana film tersebut???? SIMAK TRAILERNYA DI VIDEO DI BAWAH INI.

  • Yenyen Nainggolan

    ada subtitle indonya nggak om ?

    • anjir belom reles dah sub indo :v

      • Latief Alqutbhy

        klo dah rilis film nya upload ya bang

      • andika tri prasetya

        lmao

  • itu yg 17 menit kayaknya udah film dokumenternya deh, kok masih di bilang trailer?

  • Fansub Chatango bring me here

  • Aditya Arz

    sip

  • Haris Mawan

    saat ngobrol gadis SMA masih gampang di intimidasi, stop exploitasi anak..