Kaguyabina, Boneka Anak Perempuan Dalam Bambu Lambang Kesejahteraan

0
320

Sebelum memasuki bulan Maret, biasanya di Jepang melakukan persiapan pembuatan boneka putri yang disebut dengan hinaningyo. Kali ini di Kamigori Perfektur Hyogo, mousoutiku (bambu hijau hutan tropis Asia) adalah sebuah bambu besar berwarna hijau yang dipotong miring berisi hinaningyo, disebut Kaguyabina mulai dijual. “Kami menyiapkan kurang lebih 1500 produk Kaguyabina untuk peringatan hinaningyo tersebut,” kata pemilik toko kerajinan tangan di Motomachi, Matsui Crafts Co. Ltd. Koji Matsui (79 tahun). Hina Matsuri merupakan festival mendoakan anak perempuan di Jepang yang diadakan setiap minggu pertama bulan Maret. Anak perempuan didoakan agar bisa tumbuh dengan baik. Keluarga yang memiliki anak perempuan akan memajang satu set boneka (laki-laki dan perempuan) yang disebut dengan hinaningyo. Yang merupakan lambang kesejahteraan bagi anak-anak (putri).

Pembuatan Kaguyabina ini berasal dari sebuah cerita, ada seorang petani yang pergi ke hutan melihat sebuah bambu bersinar, lalu memotongnya dengan pedang katana penampang miring. Lalu ketika bambu tersebut terbuka, terlihat ada putri dewa kecil bersinar dari dalam bambu tersebut. Kemudian petani tersebut menjaganya dengan baik dan menjadi kaya raya. Cerita ini lah yang menjadi ide dasar pembuatan Kaguyabina.  Kaguyabina memiliki tinggi 20cm, dan berdiameter 12cm, berisi boneka laki-laki dan perempuan, keduanya menggunakan kimono gemerlap serta bunga di depannya. Hal ini merupakan cerminan dari cerita Taketori Monogatari. Kemudian produk ini terkenal di kalangan gadis wanita di Jepang dari generasi ke generasi. Setiap keluarga yang memiliki anak perempuan boleh memajang dekorasi ini. “Sampai dengan 3 April mendatang, semoga 1500 produk itu mencukupi jumlahnya, karena akhir-akhir ini semakin menarik sebagai dekorasi Jepang yang menarik,” tambah Matsui. Untuk Kaguyabina dijual dengan harga 5.700 yen per buah termasuk biaya pengiriman dalam negeri.