Komik seks anak di Jepang, dicintai dan dibenci

0
3758
Istilah lolicon digunakan untuk manga yang menampilkan gadis-gadis muda yang terlibat dalam adegan seksual.
Istilah lolicon digunakan untuk manga yang menampilkan gadis-gadis muda yang terlibat dalam adegan seksual.

Komik dan kartun asal Jepang—dikenal dengan sebutan manga dan anime—adalah industri budaya besar dan terkenal di seluruh dunia. Namun ada beberapa jenis dari manga dan anime yang menampilkan anak-anak dalam adegan seksual yang eksplisit.

Sunshine Creation sedang berlangsung pada Minggu siang di Tokyo. Ribuan penggemar manga, kebanyakan laki-laki, berkerumun memasuki pameran tersebut. Mereka langsung mengerubungi majalah-majalah manga yang ditata rapi pada deretan meja di sekeliling ruangan tersebut.

Poster-poster bergambar karakter manga perempuan berparas cantik dan berpakaian minim juga mendekorasi ruangan tersebut.

“Area ini temanya ‘sexual creations’,” jelas Hide, salah satu penyelenggara acara ini.

Kami berhenti di depan sebuah meja yang menampilkan gambar dua gadis tanpa busana. Di mata saya, mereka terlihat berumur remaja atau bahkan pra-remaja. Namun, majalah komik di sana menampilkan mereka terlibat dalam adegan seksual.

Banyak stand lainnya menjual barang-barang serupa. Di negara lain mungkin karya seperti itu dianggap kontroversial, bahkan ilegal di Inggris, Australia dan Kanada. Tetapi di Jepang nampaknya ini bukan masalah besar.

“Semua juga tahu bahwa kekerasan terhadap anak adalah hal yang buruk,” kata Hide. “Tetapi semua orang bebas untuk memiliki keinginan seperti ini, mereka bebas membayangkan situasi seksual dengan anak selama itu tidak dilarang.”

Hide lalu mengajarkan saya sebuah kata baru–lolicon—singkatan dari “lolita kompleks”.

Istilah itu digunakan untuk manga yang menampilkan gadis-gadis muda yang terlibat dalam adegan seksual. Topiknya termasuk berbagai hal yang tabu seperti hubungan seksual sedarah (incest) dan perkosaan. Hide sendiri lebih menyukai cerita dengan topik kisah asmara di SMA.

Industri manga Jepang menghasilkan sekitar US$3,6 miliar per tahun.
Industri manga Jepang menghasilkan sekitar US$3,6 miliar per tahun.

Kontroversi

Di Distrik Akihabara, Kota Tokyo, toko-toko buku menjual majalah manga dengan semua topik yang dapat Anda bayangkan.

Pada bagian buku khusus untuk usia 18 tahun ke atas, terdapat majalah-majalah manga dengan judul seperti Junior Rape dan Japanese Pre-teen Suite.

“Orang cepat bosan dengan hal yang umum. Oleh karena itu, mereka mencari sesuatu yang baru dan menjadi bergairah oleh tema perempuan yang muda dan lugu,” kata Tomo, yang bekerja di salah satu toko buku dewasa.

Tema seperti itu merupakan bagian kecil dari industri manga Jepang, yang menghasilkan sekitar US$3,6 miliar per tahun. Namun bagian kecil itulah yang banyak menuai cercaan dan kontroversi.

Pada Juni 2014, parlemen Jepang memutuskan untuk melarang kepemilikan gambar asli mengenai pelecehan seksual anak. Produksi dan distribusi gambar-gambar ini dinyatakan ilegal sejak tahun 1999, namun Jepang adalah negara terakhir di antara negara-negara anggota OECD yang melarang kepemilikan.

Pada saat itu, juga muncul seruan untuk melarang gambar seksual yang bersifat virtual—pada manga dan anime—yang melibatkan tokoh di bawah usia 18 tahun.

Namun, setelah perdebatan yang panjang, parlemen Jepang memutuskan untuk tidak melarang hal itu. Keputusan tersebut mengundang kecaman dari aktivis dan LSM perlindungan anak, khususnya di luar Jepang.

Untuk memahami ketertarikan Jepang terhadap topik tersebut dapat dilihat dari mudahnya mengajak Hide membicarakan “hobi”-nya tersebut dengan saya hanya beberapa menit setelah perkenalan.

Meskipun manga yang melibatkan anak-anak yang sangat muda memang memiliki stigma sosial, materi seksual yang melibatkan anak-anak muda adalah hal yang cukup umum di Jepang.

Legislator Jepang tampaknya enggan menempatkan sejumlah besar penggemar manga—yang berjumlah jutaan orang—di sisi yang melawan hukum.

Pada Juni 2014, parlemen Jepang memutuskan untuk melarang kepemilikan gambar asli mengenai pelecehan seksual anak.

Jijik

LiLy, seorang penulis buku terkenal bagi perempuan muda, merasa jijik.

“Saya pikir itu menjijikkan, itu sangat tidak wajar,” katanya. Ketertarikan terhadap tindakan dan seksualitas remaja menurutnya hanyalah mengenai rasa kekuatan yang diinginakan setiap pria—pria yang tidak suka dengan wanita yang independen”.

“Saya benar-benar membencinya. Saya ingin Jepang untuk menendang keluar ketertarikan tidak wajar ini. Harap tinggalkan anak-anak dari fantasi dan imajinasi Anda,” kata LiLy.

Aktivis perlindungan anak Kazuna Kanajiri mengatakan, “Orang-orang yang mengeksploitasi harus dihukum berat.”

“Menurut hukum, hal ini sangat ilegal, namun polisi sama sekali belum bertindak,” lanjutnya.

Walau beberapa konten manga dan anime yang menampilkan anak-anak dalam situasi seksual mungkin mengejutkan dan menarik perhatian, Kanajiri dan aktivis lainnya mengatakan kepada saya bahwa untuk saat ini, mereka akan fokus untuk memerangi hal yang lebih penting untuk melindungi anak-anak.

Namun ia bersikukuh tidak akan menyerah untuk harapan pelarangan manga dan anime yang melibatkan anak di bawah umur.

“Saya ingin membuatnya berhenti,” katanya. “Pada tahun 2020, ketika Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade, kita harus mengubah Jepang agar orang lain tidak memanggil kita negara dengan budaya sesat.”

Facebook Comments

Keywords

komik sek, komiksek, komik sek japan, komik sek jepang

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.