Mitologi Jepang (Shinwa)

0
482

Mitologi atau mite dalam bahasa Jepang disebut dengan shinwa yang berarti “kisah mengenai para dewa.” Mitologi Jepang merupakan gabungan tema-tema pribumi dan yang berasal dari daratan Asia Timur, dan dipengaruhi oleh ajaran Buddhism dan Taoism. Mite Jepang pada umumnya agak tenang. Di dalamnya memang ada dewa penipu (trickster deity), tetapi tidak ada dewa yang memanifestasikan kejahatan. Sifat kompromiatis lebih banyak mendasari mitologi Jepang dibandingkan sifat konfrontatif.

Bahan untuk menyusun mitologi Jepang pada umumnya berasal dari dua sumber tertulis yaitu Kojiki (dibuat pada tahun 712M dan merupakan catatan mengenai hal-hal kuno), dan Nihon Shoki (dibuat pada tahun 720M, dan merupakan catatan sejarah Jepang, dikenal juga dengan nama Nihongi). Kedua karya ini dibuat atas perintah Kaisar Jinmu, dan berasal dari berbagai naskah yang dikumpulkan dari beberapa generasi penguasa Yamato, dan generasi keluarga penguasa lainnya. Dinasti Yamato sendiri baru berkuasa sejak abad ke 7M.

[parallax-scroll id="5109"]

Selain Kojiki dan Nihon Shoki, ada juga beberapa sumber lain yang digunakan untuk menyusun mitologi Jepang, yaitu Kogo Shuui (807M) karya Imbe no Hironari, yang mengandung mite dan legenda yang diwariskan dalam keluarga Imbe, dan sumber-sumber dari Fudoki, di antaranya yang paling lengkap adalah Izumo no Kuni Fudoki (733M) dan Shoki Nihongi (797M), antologi puisi dari abad ke-8 Manyoushuu, dan Norito, atau liturgi keagamaan yang dikumpulkan pada akhir abad ke-19 di dalam buku Engi Shiki (prosedur-prosedur dari era Engi).

Mite Jepang yang dikisahkan dalam Kojiki dan Nihon Shoki terbagi menjadi tiga siklus. Siklus pertama adalah Siklus Takamagahara (dataran tinggi di surga), mengisahkan tentang munculnya para dewa, dan kisah tentang penciptaan surga dan dunia. Penguasa Takamagahara adalah dewi yang bernama Amaterasu Omikami. Selanjutnya, siklus yang kedua adalah Siklus Izumo (sekarang menjadi Prefektur Shimane), daerah di mana dewa Susanoo no Mikoto turun dari Takamagahara (keturunannya bernama Ookuni no Mikoto menguasai daerah ini, dan kemudian menyerahkannya kepada dewi Amaterasu Omikami). Dan yang ketiga yaitu Siklus Tsukushi (sekarang Pulau Kyushu, daerah di mana Ninigi no Mikoto, cucu laki-laki Amaterasu Omikami, turun menguasai wilayah Ashihara no Nakatsukuni (tanah Jepang, yang juga disebut sebagai Utsushi no Kuni atau tanah yang dihotmati, dan dari sanalah cicit dari Ninigi, kaisar legendaris Jinmu, meninggalkan daerah itu menuju Yamato (sekarang Prefektur Nara).

Pada artikel selanjutnya, Japan Daisuki akan memberikan kisah mengenai siklus-siklus tersebut yang merupakan mite yang diambil dari Kojiki. Untuk hari cukup sampai di sini dulu, terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel kami. Arigatou gozaimasu.