Pemerintah Jepang Selenggarakan Kencan Kilat, Siapa Saja Targetnya?

0
431
Jumlah kelahiran anak di Jepang menurun tajam
Jumlah kelahiran anak di Jepang menurun tajam

Diperkirakan pada 2020 mendatang, Jepang akan menghadapi ‘situasi kritis’ lantaran rendahnya angka kelahiran. Hal itu tentu saja akan berdampak negatif terhadap ekonomi dan masyarakat.

Khawatir tak ada manusia baru lahir di Jepang, pemerintah pun melakukan berbagai upaya. Satu di antaranya mendorong perjodohan yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat kelahiran di negara tersebut yang tercatat sangat rendah, seperti dilaporkan oleh kantor berita Kyodo.

Otoritas lokal akan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat jika mereka menyelenggarakan kencan-kilat atau bentuk perjodohan lainnya, menurut sebuah rancangan kebijakan untuk meningkatkan angka kelahiran di negara tersebut.

Rencana itu diharapkan akan disetujui oleh kabinet Jepang sebelum akhir Maret, seperti diberitakan Kyodo.

Pemerintah ingin melakukan upaya lebih dari sekadar mendorong perjodohan, tetapi juga meningkatkan pembangunan akses perawatan anak gratis, dan juga pusat konseling di seluruh wilayah negara tersebut, agar warga dapat memperoleh layanan peningkatan kesuburan. (Baca: Angka Kelahiran di Korea Selatan Terus Merosot)

Mereka juga menargetkan untuk meningkatkan jumlah ayah yang mengambil cuti setelah kelahiran anak sebanyak 80% pada tahun 2020 mendatang.

Tingkat kelahiran anak di Jepang turun ke rekor terendah pada 2014, turun 9.000 kelahiran dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah penurunan angka kelahiran yang drastis di Jepang sudah mencapai tahun keempat.

Sejumlah alasan yang diperkirakan menyebabkan penurunan angka kelahiran, termasuk tingginya biaya perawatan anak, lebih banyak perempuan yang bekerja, dan peningkatan jumlah orang yang tidak memiliki pasangan. (BBC)