Remaja Jepang Menghindari Seks Menjadi Masalah Serius

0
254

Menurut penelitian baru-baru ini, hampir setengah dari populasi Jepang yang memasuki usia 30 tahun belum memiliki pengalaman seksual. Jepang mengalami masalah menurunnya populasi karena bertambahnya remaja yang menhindari untuk melakukan hubungan seks. Sebuah jajak pendapat menemukan bahwa 43 persen orang yang berusia 18 sampai 34 tahun mereka adalah perawan. Seorang wanita ketika ditanya, dia mengatakan bahwa pria tidak dapat diganggu untuk bertanya pada lawan jenis karena lebih mudah untuk menonton film porno di internet.

Jumlah penurunan angka kelahiran mencapai 1 juta di Jepang dan itu untuk pertama kalinya di tahun lalu menurut Kementerian Kesehatan , Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang.

Populasi Jepang diperkirakan akan menurun hampir 40 juta jiwa pada tahun 2065. Tentunya ini menjadi masalah serius karena banyak anak muda yang tidak memiliki anak.

“Saya tidak memiliki kepercayaan diri. Saya tidak pernah populer di kalangan perempuan. Pada suatu ketika saya bertanya pada seorang gadis dan dia menjawab tidak. Hal itu membuat saya trauma. Banyak pria yang seperti saya menanggap wanita itu seram. Kami merasa takut ditolak wanita. Jadi kami menghabiskan waktu untuk hal lain seperti menonton film animasi (anime).” Kata seorang komedian Ano Matsui (26), dikutip dari Independent (BBC).

Seorang artis Megumi Igarashi (45) yang mernah membuat gambar 3D alat kelaminnya sendiri mengatakan bahwa untuk membangun hubungan tidaklah mudah.

“Seorang pria harus meminta gadis untuk berkencan, saya pikir banyak pria tidak bisa diganggu. Mereka bisa menonton film porno di internet dan mendapatkan kepuasan seksual dari sana.” Kata dia kepada sumber yang sama.

Survey yang diadakan baru-baru ini menunjukan hampir seperempat pria Jepang yang berusia 50 tahun belum menikah. Satu dari tujuh wanita Jepang berusia 50 tahun juga belum menikah. Survey tersebut diadakan oleh National Institute of Population and Social Security Research.

Kedua angka tersebut naik 3,2 persen di antara pria dan 3,4 persen di antara wanita sejak sensus 1920 dan survey sebelumnya di tahun 2010. Masalah yang sedang berkembang ini didorong faktor kurang adanya dorongan untuk menikah serta masalah finansial. Lembaga survey lain juga menyatakan jumlah pria lajang di Jepang akan meningkat di masa depan.